Tuesday, September 05, 2006

monolog 1

Ketika tadi, sesudah aku mengambil wuduk. Aku melihat wajah aku di cermin. Terlihat butir-butir air jatuh satu-satu. Aku terasa sesuatu di situ. Terasa kecilnya diri aku. Lagi kecil dari air yang menitik.

Pasti kita selalu mendengarkan, air wuduk itu menghapuskan dosa-dosa selagi kita tidak perbuat dosa besar. Maknanya, dosa kecil aja yang terhapus. Dosa besar hanya terhapus dengan taubat nasuha.

Juga mesti kita selalu mendengarkan bahawa, titik-titik air wuduk yang jatuh itu melambangkan dosa-dosa kita yang turut sama jatuh ketanah. Dosa dari mata, dari telinga, dari mulut, dari tangan juga kaki. Air wuduk yang mengalir disitu akan turut menyapu dosa kecil kita.

Dan aku mulai bingung disini. Aku merasa, butir-butir air wuduk aku terlalu banyak jatuhnya. Hingga aku merasa baju aku terlihat basah. Aku memikir, apa aku menggunakan terlalu banyak air. Atau sebetulnya anggota tubuhku terlalu banyak berbuat dosa. Biar apapun, itu semua peringatan untuk aku dan aku tahu aku memang banyak berbuat dosa. Hati-hati.

1 comment:

azim said...

aku sering berwuduk bila aku merasakan aku perlukan kesejukan bagi hatiku yang sering panas membara.

aku sering berwuduk bila aku merasakan aku perlukan ketenangan bagi hatiku yang sering tidak ketentuan.

aku sering berwuduk bila aku merasakan aku perlukan penunjuk bagi hatiku yang sering gelisah mencari arah.

sembahyangku kadangkala tidak menentu tetapi dengan adanya wuduk, aku sedar akhirnya aku punya DIA untuk kuraihkan kesejukan, ketenangan dan penunjuk jiwa.