Tuesday, September 12, 2006

Cinta, itu bukan percaya.

Jika dulu, ketika aku masih beranggapan pluto itu planet. (sekarang ia udah bukan planet). Aku, sentiasa memberi tahu hati aku bahawa percaya itu cinta. Cinta itu percaya. Aku memberi kepercayaan terhadap cinta lebih dari apa yang aku lihat pada bulan juga bintang. Bagi aku, rasa cinta itu percaya, jika percaya itu ngak ada, cinta itu pasti ngak ada. Ini memang sesuatu yang benar dan tidak ada lagi penyanggahan. tapi hanya jika cinta itu dengan Dia. tuhan kita.

Pada satu waktu, cinta pada manusia, aku juga berkira begitu, cinta tidak akan ujud jika tidak ada rasa percaya. kerna percaya adalah asas untuk binaan rumah cinta. Tapi aku lupa, manusia itu hamba, pasti cinta pada hamab ngak akan pernah sama dengan cinta pada tuhan. Atas hujah ini, aku baru merasa lega, untuk merasa curiga terhadap cinta yang datang, juga cinta yang udah ada dalam genggaman. Mungkin kerna itu, tuhan memberi cara untuk cinta yang udah hancur, guna talak yang terjatuh, baik talak terus dari suami atau juga talak taklik .

Perempuan yang memberi cinta, sering berharap, agar si lelaki itu percaya kepadanya. Percaya pada setiap perbuatan, percaya pada setiap kelakuan. tapi, perempuan jangan terlalu gembira jika sang lelaki menganguk percaya, kerna bagaimana bisa si lelaki percaya jika perempuan itu keluar jalan-jalan dengan mantan pacarnya. bagaimana, dia bisa percaya jika perempuan itu jalan-jalan dengan lelaki idolanya.

Sang lelaki juga begitu, pasti udah maklum, perempuan juga tidak pernah memberi kepercayaan kepada lelaki. Biar percaya keluar dari bibir, tapi hati hanya tahu curiga. Apa lagi jika teman lelaki dia itu punyai dari penarik yang ampuh. Percaya dalam cinta manusia itu ngak pernah ujud. Ia hanya mitos mungkin juga lagenda. Untuk yang sering percaya, dirinya bertuah kerna punyai pacar yang percaya, percayalah, kamu sendiri ngak percaya pada pacar kamu, jadi jangan mengharap untuk dia percaya pada kamu.

Untuk yang masih percaya, aku mau katakan, curiga pada cinta manusia itu bukan dosa. Itu fitrah, harus bagi kita curiga. Jangan pernah ada rasa bersalah untuk tidak percaya. Kita di lahir dengan rasa itu, jangan membunuh rasa itu hanya kerna kita di bohongi mitos.

Tapi, untuk apa pun, kesederhanaan itu wajib. Percaya seadanya, curiga juga harus seadanya. Itu maksud aku. Jangan terlalu memberi 100% keyaikan pada cinta manusia. 100% itu hanya milik Allah. Tapi untuk hari ini, kita lagi cenderung untuk mempercayai cinta manusia itu dari cinta tuhan. Termasuk aku. ah. Kacau.

Jadi, percayalah, percaya pada cinta manusia itu tidak akan ujud hingga hari kiamat. Tapi terserah untuk kalian percaya pada bicara aku ini. Kerna ia hanya tulisan dari hati seorang lelaki dingin yang mengira-ngira dingin itu sebetulnya indah. Hehehe

1 comment:

Yani said...

ok.... kali ini kata kata ko buat aku berfikir... kerana... aku bercinta tapi wujud ketidak percayaan dalam cinta aku... walhal aku juga memberi cintaku 100%.... aku lupa pasal kesederhanan...terima kasih kerana mengingatkan