Tuesday, September 05, 2006

kesempurnaan datang seribu tahun lagi

Jika kamu bertanya kepada aku, apa yang aku ingin dalam hidup ini, pasti jawabku sama dengan kamu. Aku ingin hidup yang sempurna. Lengkap segala syaratnya dari segi agama, ekonomi, cinta, keluarga, kebahgian juga kesihatan. Tapi kesempurnaankah yang kita cari dalam hidup. Sedangkan kita tahu bahawa kesempurnaan itu hanya milik Allah. Jadi jika kita tidak mampu beroleh kesempurnaan dalam hidup, apa lagi yang kita kejar sebetulnya.

Terserah kepada kita untuk mengejar apa yang kita mahu. Kita pasti tetap degil untuk mengekar kesempurnaan dalam hidup dengan melengkapi segala syart kesempurnaan itu satu demi satu. Biasanya Allah udah mempermudahkan kita dalam mengejar impian kesempurnaan dalam hidup. Mungkin Dia udah memberikan kita syarat kekayaan, kesihatan tapi kebahgian kita rusak. Maka kita hanya perlu fokus syarat dalam mengejar kebahgian itu sendiri. Mungkin juga, Allah hanya memberikan kita kesihatan tapi yang lain-lain ngak diberi, jadi kita akan mengejar harta, mengejar kebahgian juga macam-macam lagi.

Tapi untuk semua perkara itu, aku kira untuk kebanyakkan manusia, Allah tidak memberikan mereka harta juga agama yang baik. Sepertinya aku. Tapi untuk keduanya itu harus kita bertanya kepada diri kita yang mana kita selalu kejar. Agama atau harta. Sebetulnya ia bisa seiring. Tapi kerna nafsu mengatakan bahawa agama itu hanya melambatkan proses, jadi kita suka untuk meletakkan agama jauh terkebelakang.

Begitu juga dengan cinta manusia. Kita terkadang lebih mengejar cinta manusia lebih dari cinta kepada Allah. Kita rasa itu yang menjadi impian utama kita hidup di dunia. Kita pastinya terlupa bahawa, Allah emangnya tidak menjadikan dunia ini sempurna kerna syurga itu sudah sempurna. Lagi pula untuk apa dunia ini sempurna jika wujudnya hanya sementara.

Untuk itu, cuba mengejar segala syarat-syarat kesempurnaan hidup sebetulnya perlu masa seribu tahun , tapi umur kita ngak bisa ke situ. Makanya, kita hanya akan memperoleh kesempurnaan di hari akhirat kerna pada waktu itu kita tidak bisa lagi mati. Jadi kita harus mengakui ada perkara yang kita terpaksa lupakan. Kita perlu membuat pertimbangan yang wajar, syarat apa yang bisa membolehkan kita memperolehi kesempurnaan selepas mati nanti. Apa syaratnya punyai harta yang banyak, keluarga yang bahgia atau kesihatan yang baik. pasti itu hanya bonus. Syarat utamanya ialah kita punyai keredhaan dari Allah. Kita punyai ilmu agama yang diamal dengan ikhlas. Dengan mendapatkan itu kita bisa memperoleh ksempurnaan yang abadi.

Untuk itu, lihat diri kita. Dimana jalan kita udah berada. Kita berada dalam perjalanan mengejar dunia atau mengejar redha Allah. Untuk ini aku sentiasa doakan diri aku supay diberi keinginan yang kuat untuk melebihkan yang kekal dari yang sementara ini.

4 comments:

Anonymous said...

Amin. Aku pun mendoakan utk siri sendiri juga.

azim said...

aku tidak pernah terfikir untuk jadi manusia sempurna. cukuplah untuk jadi manusia istimewa bagi insan-insan yang aku sudah curahkan kasih sayangku. atau ku harap aku jadi manusia baik kepada insan-insan yang pernah dulu aku berbuat baik pada mereka.

cukuplah... aku bahagia dengan apa yg aku ada walaupun dalam hati ini aku menginginkan lebih lagi yg aku rasa bisa membahagiakan aku

delinn said...

:)

dingin said...

tidak perlu jadi sempurna untuk mendpatkan hidup yg sempurna