Monday, October 16, 2006

apabila kita cuba lari dari memilih.

Seorang teman aku yang cantik berkata kepada aku. Dia tidak ingin lagi membuat pilihan jika ia bersabit soal cinta. Dia hanya mahu membiar segalanya terjadi tanpa perlu lagi memilih. Ini kerna dalam cinta, dia sering aja membuat pilihan yang salah hingga hanya derita yang sering dia ketemu.

Bagi aku, dengan tidak membuat pilihan sebenarnya kita udah membuat pilihan. Kerna pilihan itu ada dua. Pilihan atas sadar atau pilihan di bawah sadar. Pilihan sadar itu adalah pilihan yang jelas dengan kata 'pilihan' dalam bicara atau pilihan berdasarkan akal juga iman. Manakala pilihan bawah sedar adalah pilihan yang tidak punyai kata 'pilihan' dalam bicara tapi perbuatannya menyebabkan terjadinya hal yang berbeda . Hal yang bersifat hasil dari perbuatan memilih. Atau juga pilihan yang di serahkan kepada nafsu. Nafsu itu tamak . lanats segalanya dia mahu.

Umapamaya dalam cinta 3 segi. Jika kita punyai 2 pilihan. Pilihan atas sadar adalah pilihan kita yang jelas. Misalnya jika kita memilih A, maka jelas pilihan kita ialah A. Pilihan bawah sadar pula ialah pilihan yang terjadi hasil dari ketidak inginan kita untuk memilih. Kita tidak mahu memilih A atau pun B. Tapi sebetulnya perbatan kita itu telah membuatkan kita memilih di bawah sadar. Mungkin A akan kecewa kerna sikap kita itu, lantas berlalu dari hidup kita. Tinggal B yang jadi pilihan kita. Lalu, pilihan kita hanya B. Padahal pilihan kita sebetulnya lebih berpihak kepada A. Lalu bila ia terjadi, kita udah terlambat untuk tahu bahawa pilihan kita udah silap.

Untuk ini, jelas bahawa hidup adalah pilihan. Biar apa pun yang kita cuba perbuat, pilihan tetap ada di hadapan. Jangan sekali cuba lari dari pilihan. Apabila kita lari dari cuba memilih, kita sebetulnya memilih untuk lebih kecewa. Pilihan itu ada kerna kita ini manusia yang punyai akal. Kita bisa memilih secara jelas, melalaui akal juga iman. Cuman lagi, kita tidak bisa memilih kerna biar kan nafsu kita yang memberi kata putus.

15 comments:

arianna adrizal said...

sy biarkn cinta yg memilih.. jikalau sy yg memilih, pastinya org yg sy pilih itu tidak wujud. imaginasi semata. :)

dingin said...

jika cinta memilih utk kamu,

kamu beruntung,

kerna cinta biasanya memberikan aku bukan hanya 1 pilihan, tapi lebih dari satu,

akhirnya,

aku migrain sendiri

kingbinjai said...

berhati hati memilih

azim said...

aku kukira aku akan bertindak begini :

memilih sendiri mengikut apa yang mahuku.
aku akan gunakan segalanya : mata,telinga, hati, perasaan dan paling pentingnya akal.

dan akhirnya kuserahkan pada Ilahi, kerana itu yang sebaiknya. jodoh itu sebenarnya ketentuanNya. kita hanya berusaha mencari yang terbaik untuk kita.

yang menjadi masalahnya bagi kita adalah sukarnya 'proses' mencari itu. 'hasil' pula adalah sesuatu yang kita sudah temui dari pencarian itu, semuanya tergantung dengan keizinanNya.

bukan begitu, dingin?

Above_Law said...

AKU PULA BUKANNYA JENIS MEMILIH. AKU TIDAK pernah memilih dalam PERCINTAAN. AKU SIFATKAN JIKA TERJADINYA KEWUJUDAN AKU DALAM PERCINTAAN, AKU klasifikasikan ianya adalah

"TAKDIR TUHAN"

karlchinteng said...

Dingin,

sememangnya kita berhak memilih, antara sadar atau tidak, tapi bagaimana pula kalau kita yang dipilih, sedangkan kita tidak rela .. apakah kita seharusnya pasrah pada keadaan ?

Cakap terbuang cinta datang bergolek tanpa diundang tanpa kita membuat PILIHAN... bagaimana pula itu?

ini baru betul kes MIGRAINE !!

Above_Law said...

MEMANG KITA BERHAK MEMILIH ANTARA SEDAR DAN tak SEDAR TETAPI POKOKNYA SIAPKAH yang MENENTUKANNYA? Sudah semestinya Allah SWT. Bukan???

Anonymous said...

kEtiKa Cinta tak semPat TErucap

ada waktu dimana kita terdiam..
menangisi cinta dan coba memahami..
apa yang dimaksud memiliki..
ketika cinta telah terlontar dari hati..

ada waktu dimana kita menangis..
terdiam dan nikmati
apa yg kita pikirkan.,.
ketika cinta tlah lari dari kenyataan
ketika air mata menetesi semua pengorbanan...

dimana perasaanku..
meninggalkanmu.. dengan luka hati..
mengabaikanmu seolah tak berarti..
padahal..
aku disini..
dalam kemunafikan.. dalam ego diri..

maafkan..aku..
karena tak sempat ucapkan cinta..
maafkan aku...
karena hanya menambah penderitaanmu..
sungguh..
hatiku.. ingin mendakapmu..

ketika cinta tak sempat terucap..
kumohon satu kali saja..
kamu yang kan mengucapkannya..

tolong ucapkan..
kamu cinta padaku..

~~Bukan Aku~~

Above_Law said...
This comment has been removed by a blog administrator.
dingin said...

terma kasih memilih untuk memberi komen, bukan sekadar membaca

biar

sebetulnya, ngak ada pilihan yang salah.

hihihi

Above_Law said...

apa maksud "NGAK ada pilihan yang salah?"

dingin said...

selagi pilihan amu itu tidam mendatangkan murka Allah,
tidak mendatangkan dosa

maka,

ia bukan pilihan yang salah

Above_Law said...

Nampaknya aku telah dapat pilihan yang tepat dan mampat.

azim said...

bukan aku ~ adakah sebegitu terdesak kamu mengharapkan cinta darinya?

jangan kau seksa dirimu ...

karlchinteng said...

tidak rela