Saturday, December 30, 2006

coretan untuk awan

Aku akui , sampai kapan pun, ngak akan bisa memahami wanita. kerna wanita itu seperti awan. Awan yang tidak bisa di jangka bentuknya.

Terkadang ia hadir dengan seribu keindahan bentuk, namun terkadang ia hadir bersama petir dan guruh.

Aku akur, wanita biar pun dikatakan wajib di lindungi sang lelaki, terkadang sang wanita itu juga melindungi sang lelaki. Sepertinya awan yang memberi teduh kepada bumi tatkala mentari terik. terlihat juga seperti ibu yang melindungi anaknya, kakak kepada adik juga kekasih kepada kekasih.

Aku hanya ingin mengatakan, biar bagaimana pun bentuk awan yang hadir dan yang telah berlaludi atas langit aku. Aku ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran yang memberi aku keindahan, yang memberi aku ke nyamanan.

Aku juga ingin memohon maaf atas segala kekurangan aku, yang tidak mampu melukis awan menjadi indah, seindah lukisan pelangi di dada langit.

Jika kekurangan aku itu satu kelemahan. Aku juga akur. Jika kelemahan aku itu menyakitkan, maafkan aku sekali lagi. Hanya aku mahu pohon pengertian, yang tidak sedikit pun terbesit di hati ini untuk sengajanya pergi dari duduk di bawah awan. Kerna malam pasti tiba dan aku harus pulang.

Jika ada bulan, dan kamu masih mahu bermian di langit aku. Aku terima. Jika tidak, ketemu aja di mimpi atau hari esoknya. Selama aku masih hidup.

3 comments:

Anonymous said...

mood yg bercampur!
dan menarik.
mengesankan.

azim said...

kamu masih lagi mendongak ke langit, dingin..

melihat awan, langit, bulan, bintang dan matahari...

selamat kembali, sahabat...

Anonymous said...

nice...
pnh mksd yg tersirat & tersurat....
love it!