Monday, June 18, 2007

bicara hati yang bisu.

Kerna hati itu tidak boleh di dengari bicaranya oleh manusia lain, maka hati bisa bicara apa aja.
Namun terkadang kita lupa, apa yang dibicarakan oleh hati itu bisa didengari oleh tuhan dan iblis.
Mujur tuhan itu maha memaafkan atas bicara hati yang nakal dan jahat selagi kita belum membuat nya secara fizikal. Cuma harus hati-hati kerna ia bisa juga jadi doa.
Kerna sifat bicara hati itu bisu tidak bisa didengar manusia, mengapa kita manusia ini sering aja berkata cinta dan rindu di dalam hati sambil mengharap manusia yang kita cintai itu bisa mengerti dan memahami. Manusia yang mendengar bicara cinta yang keluar dari mulut sekali pun terkadang sukar untuk mengerti. Apatah lagi jika ia hanya bicara yang keluar dari hati.
Jadi jika bicara cinta itu hanya keluar dari hati. Ngak usah mengharap. Ngerti? :-)

2 comments:

tintaHati said...

Ya saya ngerti pakk! ;D

Tapi kekadang bicara dari hati itu bisa terzahir melalui renungan mata dan riak wajahnya...tapi iya, sukar ditafsir oleh manusia!

p/s: tinta tumpang lalu di sini

Tetamu Senja said...

saya juga ngerti pak,...
Supaya orang yang dicintai itu mengerti, bicara hati itu perlu diluahkan dalam bentuk kasih sayang ataupun perlakuan, tidak semestinya melalui kata. Namun terkadang kata2 itu meyakinkan bicara hari. Jangan disalahkan orang lain andai mereka salah mentafsirkan hatimu kerana bicara hatimu itu tidak kedengaran. Orang luar hanya mampu mentafsir dari apa yang terzahir.

Terima kasih Allah kerana mengurniakan nikmat hati yang mampu berbicara walaupun tanpa suara.